Beranda > Kehidupan Lain > Hewan Abadi & Budaya “oplos” Kuno

Hewan Abadi & Budaya “oplos” Kuno

mumi kijang gazzele. diyakini milik ratu

Suatu hari tahun 1888, seorang petani yang sedang menggali pasir tak jauh dari desa Istabl Antar, Mesir menemukan kuburan massal. jasad jasad di dalam kuburan itu bukanlah jasad manusia. mereka adalah tubuh kucing atau hewan lainnya yang dimumikan. jumlahnya? tidak main main. pada jaman ekspidisi orang eropa (pernah nonton film animasi Tarzan kan? nah itu jaman ekspidisi), berhektare berhektare digali dan spesimen terbaik akan dijual. saat itu mumi hewan dipandang sebelah mata, hampir tidak ada yang menggubris karena semua orang sedang kerajingan uang dan penelitian pada materi yang lebih beharga peninggalan Mesir Kuno. tapi kini arkeolog menyadari bahwa sebagian misteri atau kekayaan arkeologi Mesir Kuno justru terletak banyak pada unsur unsur jelata. civilizationnya.

mumi kucing

Awalnya, adat memumikan hewan adalah adat lingkungan kerajaan saja. 2950 SM saat raja raja dinasti pertama Mesir dikuburkan di Abydos bersama anjing, singa, dan keledai dalam kompleks pemakaman mereka. lebih dari 2500 kemudian (sekitar 400 SM), pada masa dinasti ke-30, seorang rakyat jelata yang tercatat bernama Hapimen dimakamkan bersma anjing kecilnya. ya, mumi mumi hewan (peliharaan) tersebut dimaksudkan untuk menemani tuannya di alam baka yang bersifat kekal. uniknya, tidak hanya soal loyalitas dari hewan kepada tuannya di alam baka, aspek “tidak-kurang-makan” juga diikutkan dalam adat pemakaman Mesir Kuno. beberapa daging dari hewan terbaik diasinkan (daging sapi, bebek, dara) lalu dikeringkan dalam garam natron, dibalut linen, dan ikut dimakamkan bersama orang yang meninggal. bekal di alam baka!

mumi anjing. diyakini milik raja dan sangat dimanjakan

tidak melulu soal menemani tuan dan membekalinya makanan. adat memumikan hewan berkembang untuk Acara Pengorbanan. mumi hewan terbanyak yang jumlahnya hingga jutaan di desa Istabl Antar adalah hewan hewan pembayar nazar saat acara pengorbanan di kuil pemujaan. dalam acara tersebut ratusan ribu peziarah datang, dan para pendeta menjadi penjaja menawarkan mumi hewan. peziarah mengakhiri ziarahnya ketika dia membeli mumi hewan dan menyerahkan mumi ke kuil untuk para dewa denga iringan do’a dan percaya bahwa dia akan dirahmati oleh sang dewa (yeah, it’s also about the bussiness). meyakini mumi hewan tersebut berbisik kepada sang dewa, –“ini dia, ini dia pemujamu. berkatilah dia.”
dinasti ke-26 sekitar 600 SM, Mesir baru saja mengusir penjajahnya sekaligus semakin mencintai budayanya. mumi pengorbanan atau persembahan menjadi sangat populer dan dianggap sebagai kesempatan bisnis yang menggiurkan. orang orang dilatih untuk penambahan tenaga kerja. hewan hewan dibiakkan, dipelihara, dibunuh, dan dimumikan. yah, manusia tetaplah manusia (tapi tidak semua manusia begini): walaupun tujuan produk ini mulia dan semakin populer, ide untuk mencurangi peziarah sekaligus konsumen muncul (ngoplos). penelitian sekarang mengungkapnya dengan teknologi sinar-X, dimana mumi balutan linen yang seharus terdapat hewan utuh didalamnya diganti dengan tulang belulang, bulu, lumpur, bahkan kosong (linen padat). setelah berbagai penilitian dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: semakin indah kemasan luar mumi, kemungkinan palsu semakin besar. saya pernah membaca artikel artikel yang menduga bahwa rakyat Mesir Kuno memiliki gen makhluk ekstra terestrial atau alien karena kepintarannya dalam mengkonstruksi piramida yang mengecilkan hati arsitek modern. dan saya hampir percaya oleh itu! orang Mesir Kuno adalah keturunan alien. tapi tunggu dulu, jangan kira saya atau penulis artikel artikel tersebut gila, karena praduga tersebut berasal dari teori Orion yang cukup terkenal buah pikiran Robert Baucal dan Adrian Gilbert. pertanyaan saya: apakah sekumpulan manusia keturunan langsung alien tersebut bisa berpikiran untuk bermain curang dalam bisnis? karena itu sangat mencerminkan sifat materialistis dan sifat kecenderungan-untuk-menyimpang pada kebanyakan manusia. pemikiran saja.

Tahukah kamu?!
– selain tujuan menemani tuan pemilik peliharaan dan bekal makanan dalam pemumian hewan. kematian hewan yang didewakan orang Mesir Kuno juga alasan lain mengapa hewan dimumikan dan dimakamkan.

-prilaku orang Mesir Kuno yang senang mendewakan hewan timbul saat masa subur suburnya tanah Mesir saat curah hujan tinggi dan melihat keanehan fisik yang ada.

-beberapa hewan merepresentasikan dewa dewa Mesir seperti: burung ibis melambangkan dewa Thoth (kearifan dan tulisan); kucing untuk dewa Bast (kesuburan, perlindungan, keibuan), elang untuk dewa Horus (langit dan pelindung raja), anjing untuk Anubis (pelindung orang mati), dll. (ryn/NGI/enigma)

  1. fina
    September 1, 2011 pukul 11:15 pm

    jaman tarzan??? berarti jaman Tarzan di Mesir begitu dong??? aneh juga ya….tukang boongin orang… hihihihihi…

  2. Januari 9, 2010 pukul 1:00 pm

    terimakasih artikelnya……….
    UNTUK INFORMASI KEBUDAYAA PAKPAK kunjungi j GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  3. iroksbanget
    November 29, 2009 pukul 2:14 pm

    mesir emang bangsa yang maju dan hebat ketika itu.

  4. November 21, 2009 pukul 3:05 pm

    Lumayan.
    Bwt nambah pengetahuan.

  5. November 6, 2009 pukul 3:32 pm

    salam
    wahhh mantappp… itu mumi beneran yahh..
    keren juga nihh
    salam

  6. November 5, 2009 pukul 9:07 pm

    Salam kenal manusiakendi…
    namanya unik tenan….
    Melihat responsi alien yang brilian, malah jadi bertanya-tanya apakah ada ya alien yang peradabannya lebih rendah dari kita (manusia)
    mampir ya mas manusia kendi di blog ku….http://reynaldorichard.wordpress.com/
    masih newbie

  7. November 5, 2009 pukul 1:00 pm

    Keren mengenai info tahukah kamu di sidebarnya mas, itu widget atau apa mas? kalo widget dapetnya dimana ya?? mau dong buat blog sayah.. hehehe

    • November 5, 2009 pukul 1:05 pm

      ooo itu cuma widget text biasa. trus nyari2 & kopas fakta unik di internet aja. bukan widget khusus. hehe

  8. November 5, 2009 pukul 9:25 am

    haha. bener! boleh juga.
    tapi klo dibilang purba kurang enak sih. mereka kan uda kenal tulisan. ‘kuno’ lebih pas

  9. November 4, 2009 pukul 10:43 pm

    Interested.. terutama paragraf terakhir mengenai hubungan gen alien pada orang mesir purba. Bisa jadi itu, kan tercampurnya gen membuat mereka cerdas seperti alien(minimal seperti anak SD alien) dan licik (seperti manusia)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s