Beranda > 'Apa Saja', Kehidupan Lain > “Aku pengen bebas!”- kata mereka. bukan Saya

“Aku pengen bebas!”- kata mereka. bukan Saya

Dari beberapa cerita yang pernah saya dengar termasuk tonton, khususnya yang bertema: memiliki-kekuatan/barang-hebat-atau-sekedar-hal-yang-nyeleneh-dadakan [ada juga yang sih gak dadakan]. ternyata eh ternyata ada suatu klimaks yang sama. bukan ending, lho! mulai dari film komedi Click (2006) yang dibintangi Adam Sandler. dia awalnya adalah orang biasa seperti saya ini, seorang nobody yang terjebak dalam rutinitas yang membosankan, menemukan sebuah remote universal yang bisa mengendalikan apa saja. awalnya selalu bersenang senang memainkan mainan barunya itu, remote universal-tapi ide film itu bukan kesenangannya bermain remote itu kan-, tapi kepada masalah karena sudah memakai remote dengan bego’nya; lalu ada Fight Club (1999), Edward Norton (tokoh yang bosan dengan rutinitas. lagi) yang secara medadak terpicu imajinasinya dan berhasil menciptakan pribadi kedua dalam dirinya yang lebih stunning dan menyenangkan sekaligus berfilosofi sinting. tapi dengan kepribadian itu dia serasa berubah menjadi manusia ‘super’, menciptakan suatu club-ya Fight Club lah! sekali lagi, untuk awal awalnya Edward menikmati kesenangan memiliki komunitas [nyeleneh] yang bisa memecah kebosanannya. terakhir, The Dark Knight (2008)! saya kira inilah film sekuel Batman yang paling realistis dan paling mendekati kehidupan nyata. tidak seperti pandangan kuno jaman dulu: superhero selalu disanjung sanjung. tapi lebih realistis lagi, superhero juga tidak jarang menerima cercaan apalagi masalah pribadi yang dihadapinya juga ribet. karena itu Wayne sempat berpikir untuk pensiun kan? padahal dia sempat merasa sangat percaya diri dan yakin penduduk kota akan meyambut baik kedatangan Batman dengan hangat. sehangat hangatnya.

Fight Club

jadi apa klimaksnya, bro?! klimaksnya yaitu semua protagonis dalam film film tersebut pernah sesekali muak dengan hal nyeleneh sekaligus hebatnya yang dikira akan menyenangkan tapi malah menimbulkan masalah dan bikin stress! seolah mereka teriak, ” Aku pengen bebas! dari hal sial ini! “. udah umum sih sepertinya. apalagi barusan aja ini saya selesai menonton Bioskop Indonesia di Trans TV, “HP K-crut”, yang sama sama memiliki konsep film Click. hampir sama identik, dah! klimaksnya jelas juga sama.

dari cerita cerita ini saya mengambil kesimpulan [asal asalan]. ternyata, masalah baru & utama hidup para protagonis itu bukan dari hal nyeleneh yang dia punya, tapi masalahnya adalah mereka sendiri yang pada dasarnya adalah manusia. belum paham akan batasannya dalam menghandle sesuatu yang BESAR. [ada yang mau nambahin cerita yang punya klimaks sama?]

(ryn)

  1. November 1, 2009 pukul 4:37 pm

    bagaimana dengan trilogi spiderman?
    sang peter parker juga pernah mengalami saat-saat klimaks tsb …

    salam kenal

    • November 1, 2009 pukul 4:56 pm

      salam kenal juga.
      iya termasuk itu!🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s